Sebagai seorang pria memiliki vitalitas dan kebugaran yang selalu terjaga sangatlah penting. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan energi yang besar bagi aktivitas sehari-hari. Tak terkecuali dalam urusan ranjang bagi mereka yang telah berumah tangga.
Namun tak selamanya kondisi kebugaran tersebut dapat terjaga dengan baik. Banyak hal yang dapat menyebabkan penurunan kesehatan. Kelelahan, resiko terserang penyakit, hingga penurunan gairah bisa saja terjadi kapan saja. Untuk itu perlu menjaga kondisi kesehatan serta vitalitas bagi pria.
Masalah seksual pria atau disfungsi seksual sangat umum terjadi pada pria. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab kondisi ini, seperti; Faktor usia, gaya hidup, stress, gangguan psikologis, hingga resiko komplikasi dari penyekit tertentu.
Berikut Ini Adalah Masalah Seksual Yang Umum Terjadi Pada Pria
- Disfungsi Ereksi (DE)
Disfungsi Ereksi (DE) yaitu penurunan atau
terjadinya masalah pada kemampuan ereksi pada penis pria. Hal ini sangat umum
terjadi pada pria usia lanjut, namun tidak menutup kemungkinan ini bisa terjadi
pada pria pada usia produktif. Penyebab DE sendiri selain karena faktor usia
juga ditengarai oleh berbagai penyebab lain sperti penyakit, gayan hidup tidak
sehat, merokok, alcohol serta konsumsi obat-obatan.
- Ejakulasi Dini (ED)
Ejakulasi
Dini (ED) yaitu penurunan atau masalah seksual yang terjadi akibat tidak
mampunya seorang pria mengontrol ejakulasinya ketika berhbungan seksual. ED
merupakan hal yang menakutkan bagi setiap pria. Hal ini dikarenakan Ejakulasi
Dini dapat menyerang stiap pria dalam berbagai usia.
Kemampuan mengontrol atau mendelay ejakulasi sangatlah penting dalam hubungan. Karena menentukan klimaks kedua pasangan dalam berhubungan intim. Hal inilah yang di khawatirkan banyak pasangan di dunia.
Namun pada umumnya banyak terjadi kesalahpahaman pengerrtian terhadap kedua masalah seksual tersebut. Banyak pria yang menganggap mereka mengalami disfungsi ereksi (ED) karena penis cepat lemas stelah beberapa kali penetrasi kemudian ejakulasi. Itu semua adalah wajar karena penis akan lemas atau layu setelah mengalami ejakulasi. Yang menjadi masalah adalah berapa lama waktu penis mampu bertahan sebelum ejakulasi. Jika waktu yang dibutuhkan penis cukup singkat dalam mencapai ejakulasi, dapat dipastikan bahwa pria tersebut bukan mengalami disfungsi ereksi (DE) melainkan ejakulasi dini (ED).
Dari kedual penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
Ketidak mampuan penis untuk mencapai ereksi atau tegang meskipun telah mendapatkan rangsangan inilah yang disebut disfungsi ereksi (ED).Sementara ketidak mampuan penis mengontrol atau mendelay ejakulasi ini yang disebut dengan ejakulasi dini.
Kedua masalah tersebt bukanlah kondisi yang bisa dibiarkan bekitu saja. Perlu penanganan terbaik untuk mengatasi kedua masalah tersebut. Meskipun
sama-sama disfungsi seksual keduanya memiliki kondisi dan gejala yang berbeda.
Maka dari itu perlu diketahui apakah masalah seksual yang dialami pada
seorang pria. Sehingga dapat memberikan penanganan atau treatment yang tepat
agar mampu mengatasi permasalahan yang terjadi.

No comments:
Post a Comment